01/02/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

Esok Tanpa Ibu (Mothernet), Film Drama Keluarga

Mdi Jakarta, 19 Januari 2026 -Bagaimana rasanya hidup di dunia yang semakin canggih, tetapi kehilangan sosok paling sederhana dan paling berarti: seorang ibu? Pertanyaan itulah yang menjadi jantung cerita Esok Tanpa Ibu (Mothernet), film drama keluarga yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026.

Lebih dari sekadar tontonan, film ini mengajak penonton menyelami duka, luka batin, dan kerinduan yang kerap tak terucap dalam sebuah keluarga, dikemas melalui kisah yang relevan dengan generasi masa kini dan sentuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Cerita berfokus pada Rama/Cimot (Ali Fikry), seorang remaja yang tumbuh di rumah yang perlahan kehilangan kehangatannya. Hubungannya dengan sang ayah (Ringgo Agus Rahman) penuh jarak dan kesalahpahaman, hingga tragedi datang ketika ibunya (Dian Sastrowardoyo) jatuh koma di usia yang masih muda. Sejak saat itu, rumah tak lagi menjadi tempat pulang, melainkan ruang sunyi yang dipenuhi kesepian.

Di tengah kehancuran emosionalnya, Rama menemukan i-BU, sebuah teknologi AI yang diciptakan temannya dan dirancang menyerupai sosok ibunya lengkap dengan wajah, suara, dan respons emosional yang begitu meyakinkan. i-BU menjadi tempat Rama berbagi, tertawa, dan menangis; sekaligus menjadi simbol betapa manusia modern mencoba bertahan dari kehilangan dengan cara yang baru.

Melalui konflik yang intim dan dekat dengan realitas remaja serta keluarga masa kini, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mengajak penonton merenung: _Apakah teknologi mampu mengisi kekosongan emosional? Dan sejauh mana AI dapat menggantikan peran seorang ibu dalam kehidupan anaknya?_

Disutradarai oleh Ho Wi-ding dan ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief, film ini diproduksi oleh BASE Entertainment bersama Beacon Film dan Refinery Media, dengan dukungan Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA). Kolaborasi lintas negara ini menghadirkan cerita yang personal, namun memiliki relevansi global di tengah perkembangan AI yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, Dian Sastrowardoyo tak hanya tampil sebagai pemeran ibu, tetapi juga terlibat sebagai produser bersama Shanty Harmayn. Keterlibatan ini memperkuat kedalaman emosional film, sekaligus menunjukkan komitmen para sineas dalam menyampaikan cerita tentang keluarga dan kehilangan dengan jujur dan menyentuh.

Dengan pendekatan yang hangat, emosional, dan reflektif, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) bukan hanya film tentang teknologi, melainkan tentang proses berduka, rekonsiliasi keluarga, dan kerinduan akan cinta seorang ibu yang tak tergantikan. Film ini layak ditonton bersama keluarga, pasangan, maupun sendiri sebagai ruang untuk menangis, merenung, dan mungkin pulang dengan perasaan yang lebih utuh.

Saksikan Esok Tanpa Ibu (Mothernet) di bioskop mulai 22 Januari 2026, dan rasakan sendiri kisah yang akan menyentuh hati lintas generasi.