01/02/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

Ma’had Al Zaytun dan Etika Bekerja dalam Pendidikan: Prestasi sebagai Buah, Bukan Tujuan

Mdi Indramayu — Di tengah kecenderungan pendidikan yang kerap menjadikan penghargaan sebagai tujuan akhir, Ma’had Al Zaytun menampilkan etika yang berbeda. Dalam Penghargaan Madrasah Berprestasi yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Senin, 26 Januari 2026, Ma’had Al Zaytun menyabet dua predikat Madrasah Terbaik Kabupaten Indramayu. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, di Lapangan Kemenag Indramayu.

Dua capaian tersebut diraih MTsS Al Zaytun sebagai Madrasah Tsanawiyah Swasta Terbaik dengan skor 96 dari 79 MTs swasta, serta MAS Al Zaytun sebagai Madrasah Aliyah Swasta Terbaik dengan skor 92 dari 31 MA swasta se-Kabupaten Indramayu. Capaian ganda ini menunjukkan konsistensi kerja pendidikan yang tidak berhenti pada administrasi, melainkan berakar pada nilai.

Madrasah lain yang turut menerima penghargaan antara lain RA Nurul Hidayah Dukuh Jeruk, MIN 1 Indramayu, MIS GUPPI Teluk Agung, MTsN 4 Indramayu, MTs Ma’arif Miftahul Huda Lempuyang, dan MAN 1 Indramayu, serta apresiasi prestasi nasional kepada Thalia Nur Afwan (MTsN 7 Indramayu) dan Kepala MTs Darul Falah Bongas.

Dalam pesannya, Kepala Kemenag Indramayu menegaskan bahwa penghargaan merupakan apresiasi atas kerja keras yang kontinu, bukan hasil instan. Capaian ini harus dipertahankan, ditingkatkan, dan dijadikan teladan dalam pengelolaan madrasah.

Bagi Ma’had Al Zaytun, penghargaan bukan orientasi, melainkan konsekuensi etis dari kerja pendidikan yang berlandaskan Trilogi Kesadaran Syaykh Al Zaytun: kesadaran filosofis yang menumbuhkan makna, kesadaran ekologis yang membangun keberlanjutan, dan kesadaran sosial yang melahirkan kemaslahatan. Ibadah adalah akarnya, bekerja sebaik-baiknya adalah batangnya; dan prestasi buahnya.