
MDI Indramayu, 20 Januari 2026 – Tidak semua kekuatan perempuan hadir dalam bentuk keberhasilan yang terlihat. Sebagian justru tumbuh diam-diam, di ruang paling sunyi: doa, penerimaan, dan keberanian menghadapi luka yang tak selalu bisa diceritakan. Narasi inilah yang diangkat film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 29 Januari 2026.
Film drama keluarga ini menghadirkan potret perempuan yang berhadapan dengan konflik rumah tangga, kegagalan hidup, serta masa lalu yang tak kunjung usai. Bukan kemarahan yang dipilih sebagai jalan cerita utama, melainkan keteguhan hati dan keyakinan spiritual sebagai penopang.
Aktris Revalina S. Temat memerankan sosok istri dan ibu yang harus berdamai dengan kenyataan pahit dalam keluarganya. Dalam pandangannya, doa menjadi titik pijak untuk tetap tegak di tengah tekanan yang datang berlapis.
Bagi Revalina, doa bukan bentuk kepasrahan, melainkan cara perempuan menjaga kewarasan dan harapan ketika hidup terasa tidak adil. Nilai tersebut menjadi napas karakter yang ia mainkan yaitu menjadi seorang perempuan yang memilih bertahan di jalan kebaikan meski dikelilingi kekecewaan.
Berbeda dari sosok yang diperankan Revalina, Megan Domani hadir sebagai perempuan dengan pilihan hidup yang kontroversial. Karakternya kerap diposisikan sebagai sumber konflik, namun film ini membuka lapisan lain: latar belakang keluarga yang rapuh dan kebutuhan akan perlindungan emosional.
Melalui peran tersebut, Megan menampilkan sisi manusiawi dari sosok yang sering kali hanya dilihat dari kesalahannya. Cerita ini menegaskan bahwa perempuan juga memiliki ruang untuk menyesali, belajar, dan memperbaiki diri tanpa harus dihakimi selamanya.
Penulis skenario Fallisa Putri menyebut film ini sebagai upaya membaca ulang pengalaman perempuan dari lintas usia dan peran. Ia merangkai cerita dari tiga perspektif: ibu yang bertahan, anak yang terjebak konflik orang dewasa, serta perempuan yang harus menanggung akibat dari keputusan masa lalu.
Setiap karakter berjalan dengan beban batinnya masing-masing, tanpa diposisikan sebagai sepenuhnya benar atau salah. Menurut Fallisa, kejujuran emosional menjadi kunci agar kisah ini terasa dekat dengan realitas banyak keluarga.
Dimensi religius film ini diperkuat melalui pesan keislaman yang merujuk pada makna harapan di balik kesulitan. Ustadzah Shofwatunnida, yang turut terlibat, menekankan bahwa doa dan keteguhan hati menjadi fondasi utama cerita.
Film ini ingin menyampaikan bahwa di balik setiap ujian, selalu ada ruang bagi pertolongan dan keindahan selama manusia tidak berhenti berusaha dan berharap.
Lebih dari sekadar tontonan, Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? hadir sebagai cermin bagi banyak perempuan yang menjalani peran ganda dalam diam. Film ini tidak menawarkan jawaban instan, tetapi mengajak penonton merenungkan satu hal: bahwa kekuatan sejati sering kali lahir dari luka yang dipeluk dengan doa.

More Stories
Esok Tanpa Ibu (Mothernet), Film Drama Keluarga
Pesona Kapten dan Jerat Manipulasi: Penerbangan Terakhir Siap Mengguncang Layar Lebar
Komedi yang Menyimpan Rahasia Emosi, Suka Duka Tawa Tayang Januari 2026