03/04/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

Spirit Lailatul Qadar untuk Menjaga Indonesia Raya di Tengah Krisis Geopolitik Dunia

Oleh : M.Adhie Pamungkas
Pemerhati Sosial dan Keagamaan

Bulan Ramadhan tidak hanya menghadirkan ibadah spiritual, tetapi juga momentum refleksi bagi umat manusia dalam menghadapi berbagai persoalan zaman. Salah satu malam yang paling agung dalam Ramadhan adalah Lailatul Qadar, malam yang oleh Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman, “Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).

Makna Lailatul Qadar tidak hanya terkait pahala ibadah yang berlipat, tetapi juga mengandung pesan tentang perubahan, ketenangan, dan turunnya rahmat serta petunjuk bagi kehidupan manusia. Pada malam tersebut, Allah menurunkan ketetapan dan keberkahan bagi perjalanan kehidupan manusia dan bangsa.

Di tengah kondisi dunia saat ini yang diliputi ketegangan geopolitik—mulai dari konflik antarnegara, krisis energi, hingga ketidakpastian ekonomi global—nilai-nilai Lailatul Qadar menjadi sangat relevan. Dunia membutuhkan kebijaksanaan, kedamaian, dan keteguhan moral agar konflik tidak semakin meluas.

Bagi bangsa Indonesia, spirit Lailatul Qadar dapat menjadi inspirasi untuk menjaga persatuan dan ketahanan nasional. Indonesia adalah negara besar dengan keragaman suku, budaya, dan agama. Tanpa kebijaksanaan dan akhlak yang kuat, keragaman tersebut berpotensi menjadi sumber konflik. Namun dengan nilai iman, persaudaraan, dan keadilan, keragaman justru menjadi kekuatan bangsa.

Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan tentang pentingnya memperbanyak doa, introspeksi, dan kepedulian sosial pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah RA, beliau mengajarkan doa: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Doa ini mengajarkan kerendahan hati manusia di hadapan Tuhan sekaligus menjadi pengingat bahwa kedamaian dunia harus dimulai dari hati yang bersih dan sikap saling memaafkan.

Spirit Lailatul Qadar pada akhirnya tidak berhenti pada ibadah personal. Ia harus melahirkan kepemimpinan yang amanah, masyarakat yang peduli, serta bangsa yang mampu menjaga keadilan dan perdamaian. Ketika nilai-nilai spiritual tersebut hadir dalam kehidupan berbangsa, Indonesia dapat berdiri kokoh menghadapi gejolak dunia.

Dengan demikian, Lailatul Qadar bukan sekadar malam kemuliaan, tetapi juga sumber energi moral bagi umat Islam untuk menjaga kemanusiaan, memperkuat persatuan, dan merawat Indonesia Raya di tengah krisis geopolitik global.