MDI Indramayu, 1 Juni 2026 – Film horor-fantasi “Monster Pabrik Rambut” persembahan Palari Films siap meneror bioskop mulai 4 Juni 2026. Disutradarai oleh Edwin dan ditulis oleh Eka Kurniawan, film ini membawa kritik sosial yang sangat tajam mengenai sistem kapitalis dan eksploitasi jerat dunia kerja yang tidak manusiawi.
Rachel Amanda, pemeran Putri, mengungkapkan kedekatannya dengan isu ini sebagai sesama perempuan dan anak pertama. Ia menyoroti bagaimana keamanan lingkungan kerja bagi kaum hawa sering diabaikan. “Ini udah fair belum ya lingkungan kerja untuk perempuan-perempuan, apalagi yang punya kondisi-kondisi khusus,” ujarnya resah.
Rachel juga menambahkan potret miris di dalam pabrik tersebut yang dipenuhi risiko fatal bagi perempuan. “Ada ibu hamil di tengah situasi yang banyaknya paku, banyaknya cairan,” tuturnya. Kondisi ekstrem tersebut terpaksa dihabisi oleh para pekerja demi menopang ekonomi keluarga terdekat mereka.
Senada dengan Rachel, Lutesha menyebut karakternya, Iga, mewakili suara para karyawan pabrik yang selama ini dibungkam sistem. “Mau gak mau mereka harus berkompromi. Aduh kita overwork, aduh ini bukan job desk gue, tapi mau gak mau emang karena dapur harus ngebul,” jelas Lutesha blak-blakan.
Sutradara Edwin menjelaskan bahwa sosok monster di film ini merepresentasikan jerat kapitalisme yang destruktif. “Sistem kerja yang memang tidak manusiawi ini saling didukung satu sama lain,” ungkap Edwin. Menurutnya, baik pihak yang mengeksploitasi maupun yang dieksploitasi sering kali terjebak menormalisasi keadaan.
Penulis naskah Eka Kurniawan menegaskan bahwa mereka sengaja mengangkat horor dari realitas sehari-hari tanpa meminjam mitologi luar. “Sehidupnya hari-hari juga bisa cukup sangat horor, pekerjaan dan macam-macam sampai kemudian kami ngomongin tentang kerja, overwork, ngelambur,” tambahnya menekankan ketakutan nyata kaum buruh.
Diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, film ini sukses menyajikan potret ketenagakerjaan secara menghibur tanpa menggurui. Didukung jajaran cast kuat seperti Lutesha dan Rachel Amanda, film ini siap menjadi refleksi berani penonton di bioskop. ***
Reporter : Furqon Ibrahim

More Stories
Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Angkat Kekuatan Doa dan Keteguhan Perempuan
Esok Tanpa Ibu (Mothernet), Film Drama Keluarga
Pesona Kapten dan Jerat Manipulasi: Penerbangan Terakhir Siap Mengguncang Layar Lebar