Oleh : Ali Aminulloh
Dunia sedang berubah lebih cepat daripada yang pernah dibayangkan manusia.
Perang tidak lagi hanya berlangsung di medan tempur. Persaingan kini merambah sektor teknologi, pangan, energi, ekonomi, hingga penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Negara-negara besar berlomba memperkuat pengaruhnya, sementara bangsa-bangsa lain berjuang agar tidak menjadi sekadar penonton dalam percaturan global.
Di tengah situasi itulah, Indonesia dituntut untuk menentukan arah masa depannya.
Apakah akan menjadi bangsa yang mandiri dan disegani, atau justru semakin bergantung kepada kekuatan-kekuatan global.
Pertanyaan besar itulah yang menjadi benang merah paparan Ir. Ilham Aidit, Pendiri Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), pada Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Ma’had Al Zaytun, Selasa (16/6/2026).
Di hadapan ribuan peserta yang memadati kawasan Al Zaytun, Ilham Aidit mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat tantangan global secara jernih sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang sedang berlangsung.
Dunia Sedang Memasuki Babak Baru
Menurut Ilham Aidit, dunia saat ini sedang memasuki fase perubahan besar yang akan menentukan arah peradaban manusia dalam beberapa dekade ke depan.
Kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, bahkan mengambil keputusan, kini mulai dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Di saat yang sama, berbagai konflik geopolitik, perang dagang, perebutan sumber daya strategis, serta perubahan iklim menciptakan ketidakpastian baru bagi perekonomian dunia.
Menurutnya, bangsa yang tidak siap menghadapi perubahan tersebut akan tertinggal.
Sebaliknya, bangsa yang mampu membaca arah zaman dan mempersiapkan generasinya sejak dini akan memperoleh keuntungan besar di masa depan.
Indonesia Tidak Boleh Menjadi Penonton
Ilham Aidit menegaskan bahwa Indonesia memiliki semua syarat untuk menjadi pemain utama dalam percaturan global.
Dengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta kekayaan budaya yang luar biasa, Indonesia memiliki modal yang tidak dimiliki banyak negara.
Namun modal tersebut tidak akan berarti apabila bangsa Indonesia tidak memiliki keberanian untuk membangun lannut me Dr.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk bangsa lain.
Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi.
Indonesia harus menjadi bangsa yang mampu menciptakan inovasi, mengembangkan teknologi, mengelola sumber dayanya sendiri, dan menghasilkan nilai tambah bagi kesejahteraan rakyatnya.
Karena itu, pembangunan sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Persatuan Sebagai Energi Bangsa
Dalam paparannya, Ilham Aidit berkali-kali menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki Indonesia.
Berbagai tantangan global yang dihadapi bangsa saat ini tidak mungkin diselesaikan oleh satu kelompok, satu institusi, atau satu generasi saja.
Diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa.
Diperlukan semangat gotong royong.
Diperlukan kesediaan untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, bangsa yang terpecah akan kesulitan menghadapi tantangan global.
Sebaliknya, bangsa yang bersatu akan memiliki energi kolektif yang mampu mengubah berbagai tantangan menjadi peluang.
Dalam konteks itulah tema yang diangkat Al Zaytun, “Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global,” menjadi sangat relevan.
Persatuan bukan sekadar slogan.
Persatuan adalah strategi pembangunan bangsa.
Pendidikan sebagai Investasi Peradaban
Bagi Ilham Aidit, salah satu cara paling efektif untuk membangun kemandirian bangsa adalah melalui pendidikan.
Ia menilai bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas manusia yang mengelolanya.
Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, kecakapan teknologi, kemampuan beradaptasi, serta karakter kebangsaan yang kuat.
Menurutnya, bangsa yang berhasil membangun pendidikan berkualitas akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam menghadapi perubahan dunia.
Pendidikan bukan sekadar investasi ekonomi.
Pendidikan adalah investasi peradaban.
Menyongsong Indonesia yang Mandiri
Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, Ilham Aidit tetap memandang masa depan Indonesia dengan penuh optimisme.
Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bangsa yang kuat dan mandiri apabila mampu menjaga persatuan, memperkuat pendidikan, serta mengembangkan inovasi di berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, bangsa Indonesia tidak boleh terjebak dalam rasa takut menghadapi perubahan.
Justru perubahan harus dijadikan momentum untuk mempercepat kemajuan.
Setiap tantangan mengandung peluang.
Setiap krisis mengandung pelajaran.
Dan setiap perubahan membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.
Dari Al Zaytun untuk Indonesia
Menutup paparannya, Ilham Aidit mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan optimisme dan semangat kebangsaan.
Baginya, Indonesia memiliki masa depan yang cerah apabila seluruh anak bangsa mampu menjaga persatuan dan bekerja bersama untuk mewujudkan cita-cita nasional.
Dari podium Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Al Zaytun, ia menyampaikan pesan yang sangat relevan bagi perjalanan bangsa hari ini.
Bahwa dunia memang sedang berubah.
Tantangan global memang semakin besar.
Namun Indonesia tidak kekurangan alasan untuk optimistis.
Karena bangsa ini memiliki sumber daya, memiliki sejarah perjuangan, memiliki generasi muda yang potensial, dan yang terpenting, memiliki persatuan sebagai kekuatan utama.
Dan selama persatuan itu tetap terjaga, Indonesia akan mampu berdiri tegak, mandiri, dan mengambil peran penting dalam membangun peradaban dunia di masa depan.

More Stories
Merawat Persatuan, Menghidupkan Pancasila,Pdt. Dr. Amir Aritonang: Indonesia Kuat karena Keberagamannya
Persatuan Adalah Kekuatan Pertahanan Bangsa
Menanam Peradaban, Membangun Indonesia Raya