27/06/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

Persatuan Adalah Kekuatan Pertahanan Bangsa

(Pesan Kebangsaan Pangdam III Siliwangi pada Peringatan 1 Syuro 1448 Hijriah Al Zaytun

Oleh : Ali Aminulloh

Tidak semua ancaman datang dalam bentuk senjata. Sebagian hadir dalam rupa yang nyaris tak terlihat. Perpecahan sosial, lunturnya semangat kebangsaan, menurunnya rasa cinta tanah air, hingga ketidakmampuan bangsa menghadapi perubahan global adalah ancaman yang sama berbahayanya dengan ancaman militer.

Karena itulah, kekuatan sebuah bangsa pada hakikatnya tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat pertahanannya, tetapi juga oleh kokohnya persatuan rakyat yang menopangnya.

Pesan itulah yang mengemuka dalam paparan Kolonel Inf. Dikdik Sadikin, Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Perang (OMP) Sahli Pangdam III/Siliwangi, saat mewakili Pangdam III/Siliwangi pada Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Ma’had Al Zaytun, Selasa (16/6/2026).

Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, akademisi, pelajar, mahasiswa, tokoh lintas agama, dan berbagai elemen bangsa lainnya, Kolonel Dikdik Sadikin menegaskan bahwa persatuan merupakan modal strategis bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Persatuan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Dalam pandangannya, Indonesia saat ini menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Kemajuan teknologi informasi, perkembangan kecerdasan buatan, persaingan ekonomi global, perubahan geopolitik, hingga ancaman keamanan non-tradisional menghadirkan tantangan baru yang tidak pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Dalam situasi seperti itu, bangsa Indonesia memerlukan fondasi yang kuat agar tidak mudah terguncang oleh berbagai pengaruh eksternal.

Fondasi itu adalah persatuan.

Menurut Kolonel Dikdik Sadikin, persatuan bukan hanya kebutuhan sosial, melainkan juga kebutuhan strategis dalam menjaga ketahanan nasional. Bangsa yang terpecah akan mudah dipengaruhi, mudah diadu domba, dan sulit mengambil langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, bangsa yang bersatu akan memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat untuk menghadapi tekanan dari luar maupun persoalan dari dalam negeri.

Tantangan Global Semakin Kompleks

Kolonel Dikdik Sadikin mengingatkan bahwa tantangan global dewasa ini tidak lagi berbentuk konfrontasi fisik semata. Perang informasi, perang ekonomi, perang teknologi, hingga persaingan penguasaan sumber daya menjadi bagian dari realitas baru yang harus dihadapi bangsa-bangsa di dunia.

Karena itu, pembangunan pertahanan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Generasi muda Indonesia harus dipersiapkan agar mampu memahami perubahan zaman sekaligus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia yang sangat cepat.

Menurutnya, bangsa yang tidak mampu menyiapkan generasi mudanya akan tertinggal dalam kompetisi global. Sebaliknya, bangsa yang mampu membangun kualitas manusianya akan memiliki posisi yang lebih kuat dan terhormat dalam percaturan dunia.

Pendidikan dan Bela Negara

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Dikdik Sadikin juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan bangsa. Pendidikan bukan hanya sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga media pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan. Ia mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Al Zaytun dalam membangun pendidikan yang menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap bangsa.

Menurutnya, pendidikan yang baik harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen terhadap kepentingan nasional.

Karena itu, semangat bela negara perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda sebagai bagian dari proses pembentukan karakter kebangsaan.
Bela negara, menurutnya, bukan semata-mata menjadi tugas militer. Bela negara adalah tanggung jawab seluruh warga negara sesuai dengan bidang dan profesinya masing-masing. Guru membela negara melalui pendidikan. Petani membela negara melalui produksi pangan. Akademisi membela negara melalui ilmu pengetahuan. Dan generasi muda membela negara melalui prestasi, disiplin, serta dedikasinya kepada bangsa.

Menyiapkan Generasi Masa Depan

Salah satu pesan penting yang disampaikan Kolonel Dikdik Sadikin adalah pentingnya mempersiapkan generasi masa depan Indonesia. Ia menilai bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi beban sosial. Generasi muda Indonesia harus dibekali kemampuan berpikir kritis, keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta karakter kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, hanya dengan cara itulah Indonesia dapat memanfaatkan peluang besar yang tersedia di masa depan. Pembangunan manusia menjadi investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan posisi Indonesia beberapa dekade mendatang.

Indonesia Kuat karena Persatuannya

Mengakhiri paparannya, Kolonel Dikdik Sadikin kembali mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Indonesia sesungguhnya terletak pada persatuannya. Sejarah bangsa telah membuktikan bahwa Indonesia mampu bertahan menghadapi berbagai ujian karena rakyatnya tetap menjaga semangat kebersamaan. Persatuan telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. Persatuan pula yang menjaga Indonesia tetap utuh hingga hari ini. Dan persatuan yang sama akan menjadi modal utama bangsa ini untuk menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Dari podium Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Al Zaytun, Kolonel Dikdik Sadikin menyampaikan pesan yang sederhana namun sangat mendasar: bahwa membangun Indonesia tidak cukup hanya dengan kekuatan ekonomi, teknologi, atau sumber daya alam.
Indonesia akan tetap kuat selama rakyatnya menjaga persatuan, memperkuat pendidikan, dan menumbuhkan semangat bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab pada akhirnya, pertahanan terbaik sebuah bangsa bukan hanya berada di garis depan medan pertempuran, melainkan hidup di hati rakyatnya yang mencintai tanah air dan setia menjaga persatuan bangsa