MDI, DEPOK – Digitalisasi menjadi salah satu langkah yang didorong Koperasi Pondok Pesantren Indonesia (Kopontren ID) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi pesantren.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Sistem Pesantren Digital (Sitrendi), yang dirancang untuk mendukung administrasi, pengelolaan keuangan, pembelajaran, dan jejaring bisnis koperasi. Program ini dibahas dalam rangkaian kegiatan Kopontren ID di Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, pada 19–20 Oktober 2026.
Digitalisasi menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk mendorong kemandirian pesantren. Selain teknologi, Kopontren ID mengembangkan program ketahanan pangan melalui Gerakan Satu Juta Santri Menanam Sorgum dan peningkatan kompetensi kerja melalui Pesantren Prakerja.
Sekretaris Jenderal Kopontren Indonesia, Bobby Arvian James, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi pesantren perlu ditopang pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan teknologi.
Dalam sektor pertanian, sorgum menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan karena berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan. Pengembangannya mencakup budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengolahan produk seperti beras sorgum, tepung, dan makanan olahan.
Pada tahap awal, program sorgum direncanakan melibatkan jejaring 10 wilayah pesantren sebagai percontohan. Keterlibatan koperasi dan pelaku usaha diharapkan dapat membantu menghubungkan kegiatan produksi dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, Pesantren Prakerja diarahkan untuk membekali santri dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha, termasuk peluang kerja internasional. Untuk mencapai sasaran tersebut, pelatihan perlu didukung kurikulum yang relevan, sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa, serta pemahaman prosedur penempatan kerja.
Penerapan Sitrendi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, keamanan data, dan pendampingan bagi pengelola pesantren. Tanpa dukungan tersebut, pemanfaatan teknologi berisiko tidak berjalan optimal atau tidak sesuai dengan kebutuhan lembaga.
Rangkaian kegiatan di Pesantren Al-Hikam turut membahas pengolahan dan hilirisasi sorgum, peluang ekspor, serta energi baru dan terbarukan. Pembahasan ini membuka ruang kolaborasi antara pesantren, pemerintah, akademisi, koperasi, dan pelaku industri.
Integrasi ketiga program tersebut berpotensi membangun ekosistem pesantren yang menghubungkan pendidikan, pertanian, keterampilan kerja, dan teknologi.
Untuk memastikan manfaatnya, Kopontren ID perlu mendorong evaluasi secara berkala, antara lain melalui jumlah pesantren yang aktif menggunakan sistem digital, peningkatan efisiensi administrasi, perkembangan usaha koperasi, hasil produksi pangan, dan capaian pelatihan santri.
Dengan indikator yang terukur, digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi pesantren diharapkan dapat berkembang menjadi program berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan, santri, dan masyarakat sekitar.

More Stories
Jelang Kelulusan, 500 Siswa MA Al Zaytun Dibekali Materi Manajemen Stres dan Fokus
DMI Kota Bekasi Mulai Safari Dakwah dari Kayuringin Jaya, Pengurus Masjid Didorong Perkuat Tata Kelola
Baru Menginjak Hari Ini, Hatinya Telah Hadir Sejak 1999: Refleksi Asep Syarifudin di Al-Zaytun