28/07/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

Alumni Al Zaytun Menuju Pentas Internasional, Aulia Akbar Al Ardh, Kapten Timnas Hoki Indonesia

Mdi Indramayu – Di tengah hamparan hijau dan suasana pendidikan yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, karakter, dan kedisiplinan, Pondok Pesantren Al Zaytun telah melahirkan banyak sumber daya manusia di berbagai bidang. Salah satu di antaranya adalah Aulia Akbar Al Ardh, sosok yang kini dipercaya menjadi Kapten Tim Nasional Hoki Lapangan Putra Indonesia sekaligus meniti karier di kancah internasional bersama klub Australia, Palmerston Saints Hockey Club.

Lahir di Jawa Barat pada 23 Juni 1995, perjalanan Aulia menuju level tertinggi olahraga hoki bukanlah hasil yang datang secara instan. Di balik prestasi yang kini diraihnya, terdapat proses panjang yang ditempa melalui lingkungan pendidikan yang menanamkan disiplin, ketahanan fisik, mental, dan pola hidup sehat sejak usia muda.

Bagi Aulia, Al Zaytun bukan sekadar tempat menempuh pendidikan. Lingkungan pesantren menjadi ruang pembentukan karakter yang berpengaruh besar terhadap perjalanan hidupnya sebagai atlet. Kedisiplinan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, keteraturan waktu, serta budaya hidup tertib menjadi fondasi yang terus melekat hingga ia mampu bersaing di level internasional.

Salah satu aspek yang paling dirasakan manfaatnya adalah penerapan pola hidup yang menyeluruh. Sejak di lingkungan pesantren, para santri dibiasakan menjalani aktivitas secara teratur, mulai dari jadwal istirahat, pola makan bergizi dan seimbang, hingga rutinitas olahraga yang konsisten. Kebiasaan tersebut menjadi modal penting bagi seorang atlet yang dituntut memiliki kondisi fisik prima, daya tahan tinggi, dan kesiapan mental dalam menghadapi persaingan.

Dalam dunia olahraga prestasi, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh konsistensi menjalani latihan, kualitas pembinaan, serta kemampuan menjaga kebugaran tubuh. Nilai-nilai inilah yang telah tertanam sejak Aulia menjalani pendidikan di Al Zaytun.

Keberhasilan pembinaan olahraga di Al Zaytun tidak terlepas dari peran Komite Olahraga dan Seni Ma’had Al-Zaytun (KOSMAZ) sebagai lembaga yang mengoordinasikan pengembangan minat, bakat, dan prestasi santri di bidang olahraga dan seni. KOSMAZ menjadi wadah strategis yang merancang sistem pembinaan secara berjenjang, mulai dari penjaringan potensi, penyusunan program latihan, penyediaan sarana latihan, hingga pendampingan santri untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

Dalam cabang olahraga hoki, KOSMAZ berperan penting dalam membangun budaya latihan yang terstruktur dan berkesinambungan. Latihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan teknik dan taktik permainan, tetapi juga pada pembentukan karakter atlet. Kedisiplinan, sportivitas, kerja sama tim, kepemimpinan, serta semangat pantang menyerah menjadi nilai-nilai yang terus ditanamkan kepada setiap santri.

Pembinaan yang dilakukan KOSMAZ juga mengintegrasikan aspek kebugaran fisik, pengaturan pola makan, manajemen waktu, serta keseimbangan antara kegiatan akademik, keagamaan, dan olahraga. Pendekatan tersebut menjadikan santri tidak hanya berkembang sebagai atlet yang kompetitif, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki integritas dan tanggung jawab.

Atmosfer kompetitif yang sehat di lingkungan Al Zaytun turut menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Melalui berbagai kompetisi internal maupun partisipasi dalam turnamen antarsekolah, antarpesantren, hingga kejuaraan tingkat daerah dan nasional, KOSMAZ memberikan ruang bagi para santri untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun pengalaman bertanding sejak dini.

Selain olahraga, KOSMAZ juga membina berbagai bidang seni sebagai bagian dari pendidikan yang holistik. Filosofi yang diusung adalah bahwa prestasi lahir dari keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kesehatan jasmani, kematangan emosional, kreativitas, dan karakter. Pendekatan inilah yang menjadi ciri khas pembinaan di Al Zaytun.

Selain latihan fisik, lingkungan pesantren juga membentuk kekuatan mental. Kehidupan yang mengedepankan tanggung jawab, kebersamaan, serta kemampuan mengelola tekanan menjadi bekal penting ketika Aulia harus memimpin rekan-rekannya sebagai kapten Tim Nasional Hoki Lapangan Putra Indonesia. Kepemimpinan di lapangan lahir bukan hanya dari kemampuan teknis bermain, melainkan juga dari karakter yang dibentuk melalui proses pendidikan yang panjang.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Al Zaytun, Aulia melanjutkan studinya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Perjalanan akademik tersebut berjalan beriringan dengan karier olahraganya hingga akhirnya dipercaya mengenakan ban kapten Tim Nasional Hoki Lapangan Putra Indonesia.

Prestasinya kemudian membuka peluang yang lebih luas ketika mendapat kesempatan memperkuat Palmerston Saints Hockey Club di Australia melalui program Indonesian Player Exchange. Kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level internasional apabila memperoleh pembinaan yang tepat sejak usia dini.

Bagi Al Zaytun, capaian Aulia bukan sekadar keberhasilan individu, melainkan juga representasi dari sistem pembinaan yang dibangun secara konsisten. Sinergi antara pendidikan karakter, pembiasaan hidup sehat, latihan yang disiplin, dukungan para pembina, serta peran aktif KOSMAZ dalam mengembangkan potensi santri telah melahirkan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya atlet-atlet berprestasi.

Kini, saat Aulia Akbar Al Ardh memimpin Tim Nasional Hoki Lapangan Putra Indonesia di berbagai ajang internasional, jejak pembinaannya tetap mengarah pada tempat ia pernah ditempa. Dari lapangan latihan di Al Zaytun hingga arena pertandingan dunia, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pesantren mampu menjadi pusat pembinaan atlet yang melahirkan sumber daya manusia unggul.

Keberhasilan Aulia sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa prestasi internasional dapat diraih melalui proses panjang yang dibangun di atas disiplin, kerja keras, karakter, dan sistem pembinaan yang berkesinambungan. Melalui KOSMAZ, Al Zaytun terus berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan seni, serta mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Sumber Foto : Instagram @fhi_hockeyindonesia