21/10/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

SP2MI Siapkan Deklarasi Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah, Gandeng Ketua DPRD Pekalongan

Mdinews, JAKARTA — Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) memperkuat koordinasi untuk menyelenggarakan Deklarasi Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS). Dalam persiapan tersebut, SP2MI mengajak Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, untuk terlibat dalam kepanitiaan kegiatan yang direncanakan berlangsung di Jakarta.

Ketua Umum SP2MI, Drs. H. Amirudin Yusuf, menyampaikan hal itu saat bersilaturahmi ke kediaman Abdul Munir di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun dukungan dan memperluas koordinasi lintas pihak menjelang deklarasi nasional.

Abdul Munir diketahui juga menjabat sebagai Penasihat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SP2MI Jawa Tengah. Keterlibatannya diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta mendorong dukungan terhadap gerakan penuntasan ATS dan APS.

Amirudin mengatakan, kehadiran tokoh daerah dalam gerakan tersebut penting untuk memperluas jangkauan koordinasi dan memperkuat kerja sama dalam menangani persoalan anak yang tidak memperoleh akses pendidikan.

Ia berharap keterlibatan Abdul Munir dapat membantu kelancaran persiapan deklarasi sekaligus mendorong gerakan tersebut mendapatkan dukungan lebih luas.

Sementara itu, Abdul Munir menyambut baik ajakan SP2MI dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam menyukseskan gerakan tersebut.

Menurut Munir, penanganan anak tidak sekolah membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan berbagai pihak. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan satu organisasi, melainkan memerlukan koordinasi dan gotong royong agar dampaknya dapat dirasakan di berbagai daerah.

Ia berharap gerakan yang diinisiasi SP2MI mampu berkontribusi terhadap penurunan jumlah anak tidak sekolah di Indonesia.

Deklarasi nasional yang tengah dipersiapkan SP2MI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang belum bersekolah maupun mereka yang terpaksa berhenti sebelum menuntaskan pendidikannya.

Melalui kolaborasi antara organisasi pendidikan masyarakat, pemangku kebijakan, dan berbagai elemen masyarakat, upaya penuntasan ATS dan APS diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

SP2MI menekankan pentingnya kerja kolektif sebagai fondasi gerakan nasional untuk memperluas kesempatan belajar dan memastikan lebih banyak anak Indonesia memperoleh akses pendidikan.***