17/04/2026

MDINEWS INDRAMAYU

MEDIA ASPIRASI BUDAYA BANGSA

Gagasan Syaykh Al Zaytun untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia

MDI.NEWS INDRAMAYU – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan mewarnai Masjid Rahmatan Lil Alamin di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat pada Senin (31/03/2025) pagi. Ribuan jamaah yang terdiri dari wali santri, dosen, dewan guru, karyawan, dan mahasiswa memadati masjid megah berkapasitas 100 ribu jamaah tersebut untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Gema takbir, tahlil, dan tahmid yang membahana bukan hanya menandai kemenangan setelah sebulan berpuasa, namun juga menjadi momentum penting untuk merefleksikan dan mentransformasi pemikiran mengenai arah pendidikan Indonesia di masa depan.

Sholat Idul Fitri dipimpin langsung oleh Syaykh Al Zaytun, Prof., DR., Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Jamaah mengikuti jalannya ibadah dengan penuh khusyuk dan disiplin.

Dalam khutbahnya yang bertajuk “Revolusi Pendidikan: Membangun Generasi Emas Indonesia”, Syaykh Al Zaytun menekankan perlunya perubahan paradigma dalam sistem pendidikan nasional. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga harus mengintegrasikan penanaman karakter, moral, serta pengembangan keterampilan berbasis teknologi.

“Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga harus menanamkan karakter, moral, serta keterampilan berbasis teknologi,” ujar Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, kehangatan dan keakraban terasa dalam sesi ramah tamah dan makan bersama. Momen ini dimanfaatkan para jamaah untuk berdiskusi mendalam mengenai isu-isu strategis dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan antara lain:

Integrasi Teknologi dalam Pendidikan: Pemanfaatan optimal teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing siswa di era global.

Pendidikan Berbasis Karakter: Pembangunan sistem pendidikan yang menekankan nilai-nilai moral, kebangsaan, dan kemandirian untuk melahirkan generasi yang berintegritas dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Kolaborasi Pesantren dan Pendidikan Umum: Upaya menyatukan keunggulan ilmu keagamaan dan pengetahuan umum agar pendidikan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia, Drs., Ch. Robin Simanullang, turut menyampaikan pandangannya mengenai peran penting media dalam mengawal transformasi pendidikan. “Media mempunyai tanggung jawab besar dalam menyebarkan informasi yang bertujuan serta menginspirasi perubahan positif bagi dunia pendidikan,” tegasnya.

Rigson Herianto Lumban Gaol, pemilik media RHLGTV sekaligus wartawan, hadir dalam acara ini, menyoroti urgensi kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih progresif. Ia meyakini bahwa kolaborasi yang solid antara pesantren, institusi pendidikan formal, dan media akan mengakselerasi transformasi pendidikan menjadi langkah nyata menuju masa depan yang lebih cerah.

Acara ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Pondok Pesantren Al Zaytun berharap bahwa inisiatif kecil ini dapat menjadi pemicu perubahan besar bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Dengan semangat persatuan dan visi yang kuat, gagasan revolusi pendidikan yang dilontarkan Syaykh Al Zaytun bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjelma menjadi gerakan nyata menuju perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan generasi penerus.